Resume materi fakultas kesehatan
PEMATERI : Bu Catur Wulandari,S.S.T,M.Gizi
MATERI : Jadi Mahasiswa Kesehatan Yang kuat
PEMBAHASAN : Peran Mahasiswa dalam Penelitian
Penelitian merupakan fondasi untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan praktik klinis. Mahasiswa kesehatan bisa berperan dalam penelitian melalui beberapa cara:
Asisten Peneliti: Bekerja sama dengan dosen atau peneliti senior, mahasiswa bisa terlibat dalam pengumpulan data, analisis statistik, dan penulisan laporan. Ini memberikan pengalaman praktis tentang metodologi penelitian.
Penelitian Mandiri: Mahasiswa dapat mengambil inisiatif untuk melakukan penelitian sederhana, seperti penelitian studi kasus atau survei tentang isu kesehatan tertentu di lingkungan kampus atau masyarakat sekitar.
Publikasi Ilmiah: Hasil penelitian yang berkualitas dapat dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. Mahasiswa yang berpartisipasi dalam publikasi mendapatkan pemahaman mendalam tentang standar ilmiah dan etika publikasi.
Mencari Solusi Inovatif: Penelitian memungkinkan mahasiswa untuk mengidentifikasi masalah kesehatan yang belum terpecahkan dan mengembangkan solusi inovatif, baik itu dalam bentuk teknologi baru, metode pengobatan, atau pendekatan promosi kesehatan.
Peran Mahasiswa dalam Pengabdian kepada Masyarakat
Pengabdian kepada masyarakat adalah cara mahasiswa menerapkan ilmu mereka untuk memberikan dampak nyata dan positif.Pemberdayaan Masyarakat: Mahasiswa tidak hanya memberikan layanan, tetapi juga memberdayakan masyarakat agar mampu mengelola kesehatan mereka sendiri. Contohnya, mereka dapat melatih kader kesehatan atau kelompok masyarakat untuk melakukan manajemen sampah atau program kebersihan lingkungan secara mandiri.
Advokasi Kebijakan: Berbekal data dari penelitian, mahasiswa dapat melakukan advokasi untuk mendorong kebijakan publik yang lebih baik di bidang kesehatan, seperti peraturan tentang sanitasi yang lebih ketat atau akses yang lebih mudah ke layanan kesehatan bagi kelompok rentan.
Melalui kedua peran ini, mahasiswa kesehatan tumbuh menjadi profesional yang kompeten dan berempati, siap menghadapi tantangan kesehatan yang kompleks di masa depan.
PEMATERI : Bu Atik Qurrota A'yunin Al Isyrofi,S.KIM.,M.Kes
MATERI : From Organization to Leadership: Personal Branding for the Next Generation"
PEMBAHASAN : Transisi penting dalam karier, yaitu dari sekadar menjadi bagian dari sebuah organisasi (sebagai karyawan atau anggota tim) menjadi seorang pemimpin yang diakui. Fokus utamanya adalah membangun dan mengelola merek pribadi (personal branding) sebagai alat strategis untuk mencapai tujuan ini.
Mengapa Merek Pribadi Penting?
Merek pribadi adalah persepsi atau reputasi yang dimiliki orang lain tentang diri Anda. Di era digital saat ini, hal ini lebih dari sekadar nama dan gelar Anda; ia mencakup nilai-nilai, keahlian, dan kontribusi unik yang Anda tawarkan. Bagi generasi mendatang, personal branding menjadi sangat krusial karena beberapa alasan:
Pembeda (Differentiation): Di tengah persaingan yang ketat, merek pribadi yang kuat membedakan Anda dari orang lain. Ini membantu Anda menonjol dan lebih mudah diingat oleh atasan, rekruter, atau calon klien.
Visibilitas dan Peluang: Merek yang terkelola dengan baik meningkatkan visibilitas Anda, membuka pintu bagi peluang baru seperti promosi, proyek menarik, atau peran kepemimpinan.
Kredibilitas dan Kepercayaan: Merek pribadi yang konsisten dan otentik membangun kepercayaan. Ketika orang melihat Anda sebagai ahli di bidang tertentu, mereka lebih cenderung mengikuti atau mendengarkan ide-ide Anda.
Membangun Merek Pribadi untuk Kepemimpinan
Proses membangun merek pribadi untuk transisi ke posisi kepemimpinan melibatkan beberapa langkah kunci:
Identifikasi Jati Diri (Self-Discovery)
Nilai Inti (Core Values): Tentukan apa yang paling penting bagi Anda. Apakah itu integritas, inovasi, atau kolaborasi? Nilai-nilai ini akan menjadi fondasi dari merek Anda.
Keahlian Unik (Unique Skills): Kenali keahlian dan kekuatan yang membedakan Anda. Ini bukan hanya keahlian teknis (hard skills) tapi juga keahlian lunak (soft skills) seperti komunikasi, empati, dan pemecahan masalah.
Tujuan dan Visi: Tentukan apa yang ingin Anda capai. Visi ini akan memberikan arah yang jelas bagi merek pribadi Anda. Apakah Anda ingin dikenal sebagai pemimpin yang inovatif atau pemimpin yang berfokus pada pengembangan tim?
Membangun Narasi (Crafting Your Narrative)
Setelah mengidentifikasi jati diri, Anda perlu merangkai cerita (narrative) yang kohesif. Cerita ini harus menjelaskan siapa Anda, apa yang Anda lakukan, dan mengapa itu penting.
Narrasi ini harus tercermin dalam semua interaksi dan platform Anda, dari profil LinkedIn hingga cara Anda berbicara di rapat.
Aktivasi dan Promosi (Activation and Promotion)
Konten Online: Aktiflah di platform profesional seperti LinkedIn. Bagikan wawasan, tulis artikel, atau berpartisipasi dalam diskusi yang relevan dengan bidang Anda. Konten ini menunjukkan keahlian Anda dan membangun kredibilitas.
Jejaring (Networking): Bangun hubungan yang otentik dan saling menguntungkan. Hadiri acara industri, terhubung dengan para pemimpin di bidang Anda, dan tawarkan bantuan atau wawasan.
Tunjukkan Kepemimpinan (Demonstrate Leadership): Jangan menunggu untuk diberi peran kepemimpinan. Ambil inisiatif dalam proyek, menjadi mentor bagi rekan kerja, atau sukarela untuk memimpin sebuah tim. Tindakan ini menunjukkan bahwa Anda memiliki potensi kepemimpinan bahkan sebelum Anda memiliki gelar resminya.
PEMATERI : Erricha Daring Irbah,S.Gz
MATERI : Future Ready Mindset
PEMBAHASAN : Future Ready Mindset adalah pola pikir atau sikap proaktif yang mempersiapkan mahasiswa kesehatan untuk menghadapi dinamika dan tantangan yang tidak terduga di dunia kerja. Tujuannya adalah untuk tidak hanya memiliki pengetahuan klinis yang kuat, tetapi juga memiliki daya tahan, adaptabilitas, dan kesiapan mental yang memungkinkan mereka untuk berhasil dan tidak mudah "kaget" saat lulus nanti.
Dunia kesehatan terus berubah, didorong oleh teknologi, data, dan perubahan demografi. Kurikulum tradisional mungkin tidak sepenuhnya bisa menutupi semua tantangan ini. Oleh karena itu, memiliki pola pikir ini sangat penting untuk menjembatani kesenjangan antara teori di kampus dan praktik di lapangan.
Pilar-Pilar Utama 'Future Ready Mindset'
Materi ini biasanya terbagi menjadi beberapa pilar utama yang harus dikuasai oleh mahasiswa kesehatan:
1. Pilar Adaptabilitas & Fleksibilitas
Dunia kesehatan penuh dengan ketidakpastian. Hari ini Anda mungkin merawat pasien dengan kondisi umum, besok bisa jadi ada kasus langka yang memerlukan pendekatan yang benar-benar baru.
Pentingnya: Mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi (misalnya, penggunaan rekam medis elektronik), protokol baru, atau bahkan pandemi global.
Cara Mengembangkan:
Belajar Mandiri: Jangan hanya bergantung pada materi kuliah. Cari tahu tentang tren terbaru, studi kasus, dan teknologi kesehatan.
Terbuka pada Perubahan: Jangan takut mencoba metode atau alat baru. Anggap setiap perubahan sebagai kesempatan untuk belajar.
Simulasi dan Studi Kasus: Ikut serta dalam simulasi atau diskusi studi kasus di luar kelas. Ini melatih Anda untuk berpikir cepat dan menyesuaikan diri dengan situasi yang tidak terduga.
2. Pilar Keterampilan Kritis (Critical Skills)
Lulusan kesehatan masa depan tidak hanya butuh hard skills (pengetahuan medis), tetapi juga soft skills yang kuat.
Pentingnya: Pasien semakin kompleks, dan tim kerja semakin beragam. Kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, dan memecahkan masalah adalah kunci.
Cara Mengembangkan:
Komunikasi Efektif: Latih cara berkomunikasi dengan pasien dari berbagai latar belakang, serta dengan rekan sejawat dan atasan. Komunikasi yang jelas bisa menyelamatkan nyawa.
Kerja Sama Tim: Ikut dalam proyek kelompok atau organisasi mahasiswa. Ini mengajarkan Anda cara berinteraksi dan berkontribusi dalam tim multidisiplin.
Empati dan Kecerdasan Emosional: Latih diri untuk memahami dan merespons emosi orang lain—baik pasien maupun kolega. Empati adalah fondasi dari pelayanan kesehatan yang baik.
3. Pilar Pembelajaran Seumur Hidup (Lifelong Learning)
Lulus dari kampus bukanlah akhir dari pembelajaran. Pengetahuan medis terus berkembang.
Pentingnya: Untuk tetap relevan dan kompeten di bidangnya. Apa yang Anda pelajari hari ini bisa jadi sudah usang dalam 5-10 tahun.
Cara Mengembangkan:
Keingintahuan yang Tinggi: Jadilah pribadi yang selalu ingin tahu dan bertanya. Jangan ragu mencari referensi dan mengikuti penelitian terbaru.
Partisipasi Aktif: Hadiri seminar, webinar, atau konferensi profesional. Ini juga bisa menjadi ajang networking yang penting.
Membangun Jaringan Profesional: Jalin hubungan dengan para profesional di bidang Anda. Mereka adalah sumber informasi dan mentor yang berharga.
4. Pilar Ketahanan Mental (Resilience)
Profesi kesehatan adalah salah satu yang paling menantang secara mental dan emosional.
Pentingnya: Mampu bangkit kembali setelah menghadapi kegagalan, kehilangan pasien, atau kelelahan (burnout). Pada intinya, Future Ready Mindset adalah tentang melengkapi diri dengan sikap, bukan hanya pengetahuan. Ini adalah investasi pada diri sendiri yang akan memastikan bahwa saat Anda lulus nanti, Anda bukan hanya menjadi seorang profesional yang kompeten, tetapi juga seseorang yang kuat dan siap menghadapi segala tantangan yang ada, tanpa perlu "kaget" dengan kerasnya realita di dunia kesehatan.
Website : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Media Sosial Unusa
Facebook : https://www.facebook.com/unusaofficialfb
Instragram : https://www.instagram.com/unusa_official/
Youtube : https://www.youtube.com/@unusa_official-
Twitter : https://x.com/unusa_official?lang=en-

Komentar
Posting Komentar